Kupas Tuntas Azoospermia Mulai Dari Penyebab, Diagnosis, Hingga Pengobatannya!
Pengertian Azoospermia
Azoospermia adalah kondisi medis di mana tidak terdapat sperma dalam air mani seorang pria. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria, yang berdampak pada kesulitan pasangan dalam mendapatkan keturunan. Azoospermia dapat dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu azoospermia obstruktif dan azoospermia non-obstruktif.
Jenis-Jenis Azoospermia
Azoospermia Obstruktif
Jenis
ini terjadi ketika terdapat sumbatan atau gangguan pada saluran sperma, yang
menghalangi keluarnya sperma saat ejakulasi. Penyebab umum dari azoospermia
obstruktif meliputi:
1. Infeksi
atau peradangan pada saluran reproduksi
2. Kelainan
bawaan seperti ketiadaan vas deferens (Congenital Bilateral Absence of the Vas
Deferens/CBAVD).
3. Efek
samping dari prosedur medis seperti vasektomi
Azoospermia Non-Obstruktif
Azoospermia
jenis ini terjadi ketika testis tidak mampu memproduksi sperma dalam jumlah
yang cukup atau sama sekali tidak memproduksi sperma. Penyebabnya bisa beragam, termasuk:
1. Gangguan
hormonal
2. Kelainan
genetik seperti sindrom Klinefelter
3. Radiasi
atau efek samping dari kemoterapi
4. Faktor
lingkungan seperti paparan bahan kimia beracun
Beberapa
faktor yang dapat menyebabkan azoospermia meliputi:
1. Kelainan
Genetik
Mutasi
pada gen CFTR yang menyebabkan CBAVD dan sindrom klinefelter (XXY), di mana
pria memiliki kromosom ekstra yang mengganggu produksi sperma.
2. Gangguan
Hormonal
Defisiensi
hormon testosteron dan gangguan pada hipotalamus dan kelenjar pituitari yang
mengontrol produksi sperma.
3. Infeksi
dan Peradangan
Epididimitis
(peradangan epididimis) dan orchitis (peradangan pada testis).
4. Faktor
Lingkungan dan Gaya Hidup
Paparan
zat kimia berbahaya seperti pestisida dan logam berat, kebiasaan merokok dan
konsumsi alkohol berlebihan, dan obesitas yang dapat memengaruhi kadar hormon
reproduksi. Baca Juga: Suami Dengan Azoospermia Bisa Memiliki Keturunan Melalui Program Bayi Tabung (IVF)? Begini Prosedurnya!
Gejala Azoospermia
Sebagian
besar pria dengan azoospermia tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, dalam
beberapa kasus, kondisi ini bisa disertai dengan:
1. Volume
air mani yang rendah
2. Nyeri
atau pembengkakan pada testis
3. Disfungsi
seksual
4.Ketidakseimbangan
hormon yang menyebabkan pertumbuhan payudara (ginekomastia)
Diagnosis Azoospermia
Untuk
mendiagnosis azoospermia, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan
berikut:
1. Analisis
Air Mani
Pemeriksaan
ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya sperma dalam ejakulasi. Jika
tidak ditemukan sperma dalam dua kali tes, kemungkinan besar pasien mengalami
azoospermia.
2. Pemeriksaan
Fisik dan Riwayat Medis
Dokter
akan memeriksa ukuran testis, ada tidaknya varikokel, serta menanyakan riwayat
kesehatan dan gaya hidup pasien.
3. Tes
Hormon
Pemeriksaan
kadar hormon seperti FSH (Follicle-Stimulating Hormone), LH (Luteinizing
Hormone), dan testosteron dapat membantu menentukan apakah penyebab azoospermia
berkaitan dengan gangguan hormonal.
4. Pemeriksaan
Genetik
Tes
ini dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan genetik yang dapat menyebabkan
azoospermia.
5. Biopsi
Testis
Jika
diperlukan, dokter dapat melakukan biopsi testis untuk mengevaluasi produksi
sperma secara langsung dari testis.
Pengobatan Azoospermia
Pilihan
pengobatan tergantung pada penyebab azoospermia yang dialami oleh pasien.
Beberapa metode yang umum dilakukan antara lain:
1. Pengobatan
Medis
Terapi
hormon untuk mengatasi ketidakseimbangan hormon, dan antibiotik jika
azoospermia disebabkan oleh infeksi.
2. Pembedahan
Vasektomi
reversal untuk mengatasi azoospermia akibat vasektomi dan operasi untuk
menghilangkan sumbatan pada saluran sperma.
3. Teknologi
Reproduksi Berbantu (Assisted Reproductive Technology/ART)
Jika
sperma tidak ditemukan dalam ejakulasi, beberapa teknik ART dapat membantu
pasangan untuk tetap memiliki keturunan, seperti: Micro-TESE (Microscopic
Testicular Sperm Extraction): Pengambilan sperma langsung dari testis dan ICSI (Intracytoplasmic
Sperm Injection): Penyuntikan sperma ke dalam sel telur dalam prosedur bayi
tabung
Pencegahan Azoospermia
Meskipun
tidak semua kasus azoospermia dapat dicegah, beberapa langkah berikut dapat
membantu mengurangi risikonya:
1. Menjaga
pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi
2. Menghindari
paparan zat kimia berbahaya
3. Tidak
merokok dan membatasi konsumsi alkohol
4. Menghindari
suhu panas yang berlebihan di area testis, seperti sauna atau celana yang
terlalu ketat
5. Melakukan
pemeriksaan kesehatan secara rutin
Azoospermia adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan infertilitas pada pria. Meskipun demikian, banyak kasus azoospermia yang masih dapat ditangani dengan pengobatan medis, pembedahan, atau teknologi reproduksi berbantu. Oleh karena itu, jika seorang pria mengalami kesulitan memiliki keturunan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi atau andrologi untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Baca Juga: Apakah Dengan Sperma Dan Sel Telur Yang Buruk Saya Dapat Hamil Melalui Program Bayi Tabung (IVF)?