Tujuh Penyebab Tuba Falopi Rusak: Faktor yang Perlu Anda Ketahui
Tuba
falopi adalah bagian penting dari sistem reproduksi wanita, berperan dalam
menghubungkan ovarium dengan rahim serta menjadi tempat terjadinya pembuahan.
Namun, berbagai kondisi medis dapat menyebabkan kerusakan pada tuba falopi,
yang berpotensi menyebabkan infertilitas atau komplikasi serius lainnya.
Berikut ini adalah beberapa penyebab utama yang dapat menyumbat bahkan merusak tuba falopi:
1. Infeksi Menular Seksual (IMS)
Infeksi
Menular Seksual (IMS) merupakan salah satu penyebab utama kerusakan tuba
falopi. IMS seperti klamidia dan gonore dapat menyebabkan peradangan yang
berujung pada penyakit radang panggul (PID). PID dapat mengakibatkan
penyumbatan atau jaringan parut pada tuba falopi, menghambat perjalanan sel
telur menuju rahim.
Bagaimana
IMS Merusak Tuba Falopi?
Bakteri
dari IMS menyebar ke organ reproduksi, menyebabkan peradangan kronis. Peradangan
ini merangsang pembentukan jaringan parut (adhesi) yang dapat menyumbat atau
mengganggu fungsi tuba falopi. Jika tuba falopi tersumbat sebagian, risiko
kehamilan ektopik meningkat karena sel telur yang telah dibuahi tidak bisa
mencapai rahim dengan normal.
2. Kehamilan Ektopik di Tuba Falopi
Kehamilan
ektopik adalah kondisi di mana sel telur yang telah dibuahi menempel dan
berkembang di luar rahim, biasanya di tuba falopi. Hal ini dapat menyebabkan
kerusakan serius pada tuba falopi, bahkan dapat mengancam nyawa jika tidak
segera ditangani.
Mengapa
Kehamilan Ektopik Merusak Tuba Falopi?
Peregangan
dan pertumbuhan embrio dalam tuba falopi menyebabkan tekanan yang dapat
menyebabkan ruptur atau pecahnya
tuba. Setelah pengobatan atau pembedahan untuk mengatasi kehamilan ektopik,
jaringan parut yang terbentuk bisa menghalangi jalannya sel telur di masa
mendatang.
Wanita
yang pernah mengalami kehamilan ektopik memiliki risiko lebih tinggi mengalami
kejadian serupa di kemudian hari karena kerusakan yang terjadi pada tuba
falopi.
3. Riwayat Operasi Usus atau
Appendiks
Operasi
pada organ di sekitar panggul, seperti usus atau appendiks, dapat menyebabkan
peradangan atau pembentukan jaringan parut yang berdampak pada tuba falopi.
Bagaimana
Operasi Usus atau Appendiks Mempengaruhi Tuba Falopi?
Apendisitis
yang pecah dapat menyebabkan infeksi menyebar ke daerah panggul, termasuk tuba
falopi. Proses pembedahan untuk mengangkat usus buntu atau menangani masalah usus
lainnya dapat memicu terbentuknya adhesi,
yang berpotensi menempel pada tuba falopi dan menyebabkan penyumbatan.
Adhesi
ini dapat mengganggu pergerakan sel telur menuju rahim, meningkatkan risiko
infertilitas atau kehamilan ektopik.
4. Endometriosis Difus
Endometriosis
adalah kondisi di mana jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim
(endometrium) tumbuh di luar rahim, termasuk di tuba falopi. Endometriosis
difus adalah bentuk yang lebih luas dan menyebar dari penyakit ini, yang dapat
menyebabkan berbagai komplikasi.
Dampak
Endometriosis Difus pada Tuba Falopi
Jaringan
endometriosis dapat tumbuh di sekitar atau di dalam tuba falopi, menyebabkan
peradangan kronis dan jaringan parut. Adhesi
yang terbentuk akibat endometriosis dapat menarik atau menekuk tuba falopi,
menghambat fungsinya. Tuba falopi yang terkena endometriosis sering kehilangan
mobilitas normalnya, sehingga mengurangi peluang sel telur untuk mencapai rahim
dengan sukses. Baca Juga: Apakah Penderita Adenomiosis Bisa Hamil? Ini Dia Pengalaman Penderita Adenomiosis Yang Berhasil Hamil!
5. Penyakit Radang Panggul (Pelvic Inflammatory Disease - PID)
PID
adalah infeksi pada organ reproduksi wanita yang biasanya terjadi akibat IMS
yang tidak diobati. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan parah dan
kerusakan pada tuba falopi.
Bagaimana
PID Merusak Tuba Falopi?
Infeksi
menyebabkan peradangan kronis dan pembentukan jaringan parut.Tuba falopi bisa
menjadi tersumbat sebagian atau sepenuhnya, menyebabkan infertilitas. PID yang
berulang meningkatkan risiko komplikasi reproduksi, termasuk kehamilan ektopik.
6. Kelainan Bawaan
Beberapa
wanita mungkin dilahirkan dengan kelainan struktural pada tuba falopi, yang
dapat menghambat fungsi normalnya.
Bagaimana
Kelainan Bawaan Memengaruhi Tuba Falopi?
Tuba
falopi yang tidak berkembang dengan baik bisa menghambat perjalanan sel telur. Kelainan
ini bisa menyebabkan infertilitas sejak lahir atau meningkatkan risiko
kehamilan ektopik.
7. Faktor Usia dan Gaya Hidup
Seiring
bertambahnya usia, fungsi reproduksi wanita mengalami penurunan, termasuk
kesehatan tuba falopi.
Pengaruh
Usia dan Gaya Hidup terhadap Tuba Falopi:
Usia
lanjut meningkatkan risiko kerusakan sel dan jaringan, termasuk pada tuba
falopi. Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan konsumsi alkohol
berlebihan, dapat merusak kesehatan sistem reproduksi.
Kerusakan pada tuba falopi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk IMS, kehamilan ektopik, riwayat operasi usus atau appendiks, endometriosis difus, penyakit radang panggul, kelainan bawaan, serta faktor usia dan gaya hidup. Kerusakan ini dapat berdampak signifikan pada kesuburan wanita dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan medis secara rutin, menghindari risiko IMS, dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan terkait sistem reproduksi. Dengan deteksi dini dan pengelolaan yang tepat, kemungkinan dampak buruk pada kesehatan reproduksi dapat diminimalkan. Baca Juga: 16 Hal Yang Mesti Anda Persiapkan Sebelum Menjalani Program Bayi Tabung (IVF)